Senin, 13 Januari 2014

Hidup Cerah Sejahtera

Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tanahnya sangat subur, lautnya luas, dengan beragam kandungan mineral berharga yang ada di dalam tanah, tanaman aneka macam di atas tanah, maupun beragam jenis ikan di dalam laut. Dulu sering kita dengar istilah Indonesia sangat subur, gemah ripah, loh jinawi.

Namun kenyataannya sekarang, Indonesia adalah pengimpor beras, kedelai, daging dan masih banyak lagi. Mengapa bisa demikian? Siapa yang harus bertanggng jawab ?

Kita tidak perlu mencari kambing hitam atas keadaan ini. Kita harus benahi mulai dari diri kita sendiri.

Yang jelas, kenyataan yang ada di depan mata :

1. Mayoritas penduduk Indonesia berprofesi sebagai petani dan nelayan.

2. Jumlah lahan pertanian dan perkebunan hampir 2/3 luas tanah negeri ini.

3. Musim yang ada di Indonesia  ada 2 yaitu musin hujan dan musim kemarau, sehingga pertanian di Indonesia berpotensi mengalami 3 kali masa panen ( 2 kali panen padi dan 1 kali panen polowijo )

4. Struktur tanah di Indonesia pada dasarnya sangat subur, sehingga bercocok tanam apapun akan tumbuh dan berkembang dengan baik, karena tersedianya unsur hara alami yang melimpah ruah.

5. Kesuburan berkurang karena pemakaian bahan kimia dalam jangka panjang entah itu dalam bentuk pupuk ataupun pestisida, insektisida, dll. yang telah merusak tanah karena sifatnya yang mengikat unsur hara alami dan membunuh mikroorganisme tanah yang berfungsi sebagai decomposer dan penghasil unsur hara.


Oleh karena itu, sebagai anak bangsa yang juga bertanggung jawab akan kelangsungan hidup yang sehat di negeri ini, maka PT. HCS bersama Mitra dan didukung Stockist yang ada di seluruh penjuru Nusantara, berusaha mencari dan menciptakan solusi terhadap semua permasalahan yang terjadi.

Salah satu solusinya adalah dengan konsep "Pertanian berkelanjutan", dengan mengajak masyarakat untuk "back to nature" dan "go to organic", agar bisa mewujudkan kembali kelestarian alam dan mengembalikan kesuburan bumi pertiwi, serta mewujudkan masyarakat yang Sehat, Mandiri dan Sukses.

Dalam kaitan ini, PT. HCS membina masyarakat dalam hal :

1. Cara bertani organik.
2. Cara membuat Bhokasi atau pupuk kompos.
3. Cara membuat konsentrat kambing, sapi, ayam dan bebek.
4. Cara membuat pelet atau makanan ikan.
5. Cara beternak sukses tanpa ngarit, tanpa angon, limbahnya ramah lingkungan.
6. Cara bertanam padi sukses tanpa matun, tanpa hama, tanpa beli pupuk kimia.

Anda bisa mengikuti semua pelatihan tersebut dengan GRATIS setelah Anda menjadi Mitra / Member di PT. HCS. Anda akan mendapatkan Pelatihan Teori dan Praktek.


Dan Andapun akan diajarkan :

Bagaimana beternak kambing 1 ekor,
dalam 4 tahun bisa berpenghasilan bersih
sekitar 1,2 milyar.



























Pendiri PT. HCS ( Hidup Cerah Sejahtera ) :

1. Drs. H. Sukawan Widhartono
2. Choirul Anam SHI.
3. H. Sri Hermoyo
4. Drs. H. Masykur Hadi
5. H. M. Junaidi



Tujuan PT. HIDUP CERAH SEJAHTERA :

Membantu Pemerintah dalam rangka menciptakan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, serta menjaga bumi Indonesia dari kerusakan kimia sehingga masyarakat akan mendapatkan manfaat dari bumi ini untuk kesejahteraan yang abadi.



VISI

Membentuk Masyarakat Indonesia yang SEHAT, MANDIRI dan SUKSES ( SMS )


MISI

Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat secara terus menerus, sehingga terciptanya masyarakat yang makmur dalam kesejahteraan dan sejahtera dalam kemakmuran


LEGALITAS

Keputusan MENKUM dan HAM No. AHU-32117.AH.01.01.Tahun 2011
Surat Ijin Perdagangan No. 510/483/404.6.2/2011
NPWP No. 31.364.005.4-603.000


KANTOR PUSAT
PT. HIDUP CERAH SEJATERA
JL. TAMAN PONDOK JATI T-01, SIDOARJO, JAWA TIMUR
TELP. : 031 7887733 - FAX. : 0317887733



LATAR BELAKANG BERDIRINYA PT. HCS :

1. Keprihatinan yang mendalam PT. HCS terhadap kondisi masyarakat Indonesia, khususnya petani dan peternak, yang tidak layak mendapat untung dari hasil panennya bahkan merugi.

2. Mahalnya pupuk, banyak serangan hama, tanaman mati setelah diberi pupuk kimia.

3. Derita petani yang semakin berat, karena mereka bercocok tanam hanya bisa untuk bertahan hidup.

4. Derita petani yang terpaksa tetap menjadi petani, karena tidak ada pekerjaan lain, walau kadang harus mengalami kerugian dan hutang yang semakin menumpuk.

5. Derita petani yang rela untuk menukar hasil panen mereka dengan beras raskin untuk meringankan beban, sementara hasil panen dijual dengan harga murah, karena ulah tengkulak.

6. Fakta nyata yang tidak bisa dibantah oleh siapapun yaitu setiap kali Pemerintah menggulirkan pinjaman bagi petani, petani tidak pernah mengembalikan, karena mereka tidak pernah untung.

7. D
i bidang  peternakan banyak peternak yang frustasi karena pasar yang tidak kondusif, harga jatuh tanpa ada alasan yang jelas.

8. Adanya import baik beras, kedelai, daging maupun bahan lain, yang sebetulnya bukan merupakan solusi yang tepat, karena berakibat semakin merusak gairah bercocok tanam para petani dan peternak.

9. Kebijakan yang hanya melihat nilai secara global, tanpa melihat substansi dan memberikan solusi yang proporsional, tanpa harus ada yang dikorbankan.
10. 
Program Pemerintah belum merata, bantuan dan edukasi hanya bergulir digerbong-gerbong yang memiliki kepentingan politik, sehingga ketimpangan masih menyebar luas.

11. P
rogram pengentasan kemiskinan yang digulirkan Pemerintah adalah suatu hal yang positif yang harus didukung.


Nah, disinilah kami berdiri selaras dan seiring dalam mensejahterakan rakyat melalui lembaga swadaya dari rakyat, oleh rakyat dan juga untuk rakyat, yang diberi nama PT. Hidup Cerah Sejahtera, didirikan di Sidoarjo pada tgl. 26 Juli 2009.






Agen HCS mengajak Anda semua untuk bergabung menjadi Mitra HCS,

agar bisa mendapatkan pelatihan GRATIS, sehingga ilmu yang kita dapatkan,

dapat kita tularkan ke Petani / Peternak yang lainnya,

 agar segera tercapai SWA SEMBADA di segala 

bidang hasil pertanian dan peternakan. 



Maju dan Makmur Indonesiaku...!!

Hidup Cerah dan Sejahtera Para Petani dan Peternak....!!



Silahkan SMS/Call :  085-719-326-426  atau  081-297-191-370


Tidak ada komentar:

Posting Komentar